Pada suatu waktu tertentu kita mengalami pesimis dengan kerasnya kehidupan. Merasa gagal, bodoh, lemah, cengeng dll. Tentu hal tersebut pernah dialami oleh sebagian manusia.
Hal demikian wajar saja dialami oleh sebagian manusia, karena manusia memiliki fase perjalanan dalam menjalani kehidupan.
Saat usia anak-anak adalah fase bermain manusia pada umumnya. Keseharian anak-anak di isi dengan belajar di sekolah, tpq dan selebihnya adalah dunia bermain. Riang dan gembira menghiasi waktunya. Tanpa beban dalam menjalankan aktivitas, karena seharusnya menjadi fasenya anak-anak untuk bermain.
Pada saat remaja, manusia mulai mengalami pahitnya kehidupan meskipun usia remaja kesehariannya diisi dengan belajar di sekolah, les maupun bermain. Usia remaja adalah peralihan dari anak-anak ke dewasa, secara psikologis usia remaja masih diliputi sifat kekanak-kanakkan di sisi lain sudah mulai berfikir masa depan dan sudah mulai mengenal cinta. Salah satunya adalah suka dengan lawan jenis ketika patah hati seorang remaja tidak luput dari kekecewaan.
Pada saat dewasa manusia memasuki dunia realitas yang penuh dengan manis dan pahitnya kehidupan. Kemudian akan mengalami cara berfikir bagaimana hidup dengan tidak ketergantungan dengan orang tua, saudara maupun orang lain. Lebih memilih hidup secara mandiri mulai dari memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Hal yang utama dipikirkan adalah menata karir ataupun mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Kadangkala ketika keinginan tidak sesuai harapan misalkan kita sudah mencari pekerjaan dimana-mana namun belum dapat kita capai. Inilah salah satu penyebab kita menjadi pesimis dalam menjalani kehidupan dengan dibenturkannya keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Hal yang harus kita lakukan adalah pertama, bersegerlah mendekatkan diri kepada Tuhan, berdo'a untuk dikuatkan dalam menjalani kehidupan, juga diiringi dengan usaha tiada henti untuk mewujudkan keinginannya.
Kedua, Bersabar dalam menjalani kehidupan, karena sejatinya hidup ini adalah ujian kita di dunia, tinggal kita menyikapinya dengan santai dan tanamkan pada diri kita optimisme dapat melaluinya dengan baik.
Ketiga, Berani melakukan hal baru yang positif, karena dengan keberanian sesuatu ide dapat diwujudkan ke hal yang praktis, walaupun tidak ada garansi keberhasilan tapi mana kita tahu kalau kita belum mencoba. Setidaknya ketika nantinya gagal anggap saja sebagai sebuah pembelajaran dan pengalaman. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik.
Keempat, Menjalin silaturahim dengan orang-orang sukses ataupun kepada siapapun, karena dengan silaturahim kita dapat mendapat berbagai macam informasi dari orang lain. Barangkali hal tersebut dapat menjadi ide kreatif maupun membuka relasi yang dapat kita manfaatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar