Salam Mahasiswa!
Mahasiswa mempunyai peran sebagai agen perubahan, dimana keberadaannya dinantikan membawa harapan-harapan yang cerah untuk kehidupan bangsa dan negara. Begitu pula kehidupan di dalam kampus.
Bicara peran mahasiswa di dalam kampus, tentu menarik untuk diperbincangkan, status mahasiswa sebagai manusia yang peka terhadap lingkungan sekitar namun kali ini menurut penulis terdapat anomali pada mahasiswa, yaitu ke-apatisan pada mayoritas mahasiswa, banyak mahasiswa memilih diam untuk aman, bicarapun tak andil dalam perubahan, sedikit membaca banyak komentar, kritis tapi tanpa diiringi solutif dan transformatif. Ya, akhirnya hanya kritis yang utopis.
Hal tersebut sangatlah memprihatinkan, kepada siapa menaruh harapan lagi kalau bukan pada kita yang menyandang sebagai mahasiswa? Tentu sebagai mahasiswa harus sadar betul dengan kondisi demikian.
Banyak ruang untuk berkontribusi bukan basa basi, banyak kesempatan untuk berperan bukan baperan. Salah satunya adalah melalui Lembaga Kemahasiswaan, dimana keberadaannya sebagai wadah untuk menggali potensi dari mahasiswa dalam hal kepemimpinan, menejemen, keilmuan, penalaran, sosial dll. Dan memiliki peran sebagai penjaga nalar kritis mahasiswa.
Keberadaan LK menjadi harapan dari mahasiswa untuk menggali potensi, memfasilitasi keaktifan mahasiswa, ruang dialektika ilmiah, sebagai penampung aspirasi mahasiswa dan dapat dijadikan tolak ukur progresnya mahasiswa.
Tentu kita harus sadar akan hal ini, bahwa LK sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan sebagai wadah untuk membangun kampus agar lebih baik.
Mari mengedukasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar