Minggu, 16 Februari 2020

Optimis

Dobrag segala asumsi yang melemahkanmu. Definisikan diri kita masing-masing itu apa? Kita harus sadar bahwa manusia di ciptakan menjadi hamba sekaligus khalifah di bumi. khalifah dalam konteks sosial maupun konteks individu. Iya minimal ketika memimpin diri kita sendiri, mengendalikan pikiran maupun nafsu. Kita membuat batasan-batasan pada diri kita sendiri mengenai apa yang boleh dan tidak untuk dilakukan. Kita memilih menteri-menteri dalam diri kita sendiri, memilih positif atau negatif thinking, memilih pribadi yang peka atau acuh, memilih aktif atau pasif. Semua kita yang menentukan dan mendefinisikan. Sadar bahwa kita diberi akal untuk berfikir dan memiliki potensi untuk diasah. Maka definisikan sebaik-baiknya pada diri kita masing-masing. Dobrag segala asumsi yang melemahkanmu. (Segala perspektif atau asumsi terhadap sesuatu menjadi indikator kepribadian seseorang)

#catatanfajar

Membangun Kampus Melalui Lemabaga Kemahasiswaan.

Salam Mahasiswa!

Mahasiswa mempunyai peran sebagai agen perubahan, dimana keberadaannya dinantikan membawa harapan-harapan yang cerah untuk kehidupan bangsa dan negara. Begitu pula kehidupan di dalam kampus.

Bicara peran mahasiswa di dalam kampus, tentu menarik untuk diperbincangkan, status mahasiswa sebagai manusia yang peka terhadap lingkungan sekitar namun kali ini menurut penulis terdapat anomali pada mahasiswa, yaitu ke-apatisan pada mayoritas mahasiswa, banyak mahasiswa memilih diam untuk aman, bicarapun tak andil dalam perubahan, sedikit membaca banyak komentar, kritis tapi tanpa diiringi solutif dan transformatif. Ya, akhirnya hanya kritis yang utopis.

Hal tersebut sangatlah memprihatinkan, kepada siapa menaruh harapan lagi kalau bukan pada kita yang menyandang sebagai mahasiswa? Tentu sebagai mahasiswa harus sadar betul dengan kondisi demikian.

Banyak ruang untuk berkontribusi bukan basa basi, banyak kesempatan untuk berperan bukan baperan. Salah satunya adalah melalui Lembaga Kemahasiswaan, dimana keberadaannya sebagai wadah untuk menggali potensi dari mahasiswa dalam hal kepemimpinan, menejemen, keilmuan, penalaran, sosial dll. Dan memiliki peran sebagai penjaga nalar kritis mahasiswa.

Keberadaan LK menjadi harapan dari mahasiswa untuk menggali potensi, memfasilitasi keaktifan mahasiswa, ruang dialektika ilmiah, sebagai penampung aspirasi mahasiswa dan dapat dijadikan tolak ukur progresnya mahasiswa.

Tentu kita harus sadar akan hal ini, bahwa LK sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan sebagai wadah untuk membangun kampus agar lebih baik.

Mari mengedukasi.