Kamis, 31 Januari 2019

PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM


PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

MAKALAH DIAJUKAN GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH:
 ILMU PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : Dr.Ahsan Hasbullah,M.Pd

DISUSUN OLEH:
1.      Adelia Eka Nur Afifah                                 (1817405002)
2.      Ahmad Aziz Fauzi                                        (1817405005)
3.      Ainuni Ulin Na’mah                                     (1817405007)
4.      Cholifatun A’malu Sholihah                        (1817405010)
5.      Ida Lailatul Fitriani                                      (1817405018)
6.      Ina Latussangadah                                       (1817405022)
7.      Maretanisa Windansa Putri                        (1817405029)
8.      Qori Nurul ‘Aeni                                           (1817405036)

1 PGMI A
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO
2018/2019


KATA PENGANTAR
            Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik, dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai “Pendidikan Sebagai Sistem”.
            Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyususan makalah ini.
            Kami menyadari dalam membuat makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu pembaca untuk memberikan saran dan kritik bila ada kesalahan
            Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

                                                                                    Purwokerto,  Oktober 2018


                                                                                                Penyusun
           


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
       Sistem dapat diartikan sebagai seperangkat komponen atau unsur yang saling berintgrasi untuk mencapai tujuan. sebagai suatu sistem, pendidikan adalah suatu keseluruhan karya ini yang terbentuk dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang sehingga mencapai kualitas hidup yang diharapkan. Keberadaan sistem sebenarnya merupakan sesuau yang bersifat alamiah dan bersifat kodrat. Sistem memiliki bagian atau komponen, yang sering disebut dengan istilah sub-sistem keberadaan sistem merupakan satu kesatuan yang utuh.

B.  Rumusan Masalah 
       Berdasarkan latar belakang diatas maka timbul beberapa permasalahan yang akan kami bahas dalam makalah ini, meliputi:
1.      Apa Definisi Sistem ?
2.      Apa Definisi Pendidikan sebagai suatu sistem ?
3.      Apa saja Komponen Sistem ?
4.      Apa pengertian Proses Pendidikan?
5.      Apa macam-macam pendidikan sebagai sistem ?

C. Tujuan
1 .Untuk mengetahui definisi sistem.
2. Untuk mengetahui definisi pendidikan sebgai sistem.
3. Untuk mengetahui komponen sistem.
4. Untuk mengetahui proses pendidikan.
5. Untuk mengetahui macam-macam pendidikan sebagai sistem.


BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN SISTEM
Sistem dapat diartikan sebagai seperangkat komponen atau unsur yang saling berintegrasi untuk mencapai tujuan. Tatang M. Amirin memberikan pengertian sistem sebagai berikut:
a)      Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal yang membentuk suatu kebulatan.
b)      Sistem merupakan himpunan komponen yang saling berkaitan bersama-sama yang berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
c)      Sistem merupakan kehimpunan komponen atau sub-sistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan tertentu.
Istilah sistem sering di samaartikan dengan kata sistim. Kata sistim dalam pengertian awam memiliki makna: cara, kiat, metode, strategi, taktik, dan siasat. Kata sistem ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya berdiri bersama (stand together). Sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka (A system is a collection of things which have relationships among them). Sistem adalah suatu kelompok unsur yang saling berinteraksi, saling terkait atau ketergantungan satu sama lain yang membentuk satu keseluruhan yang kompleks (A group of interacting, interreladed or interdependent elements forming a complex whole). Dari pengertian-pengertian tersebut maka memunculkan kata keseluruhan (wholeness), kesatuan (unity), dan keterkaitan (correlated). Menurut Aristoteles,”The whole is more than the sum of its parts” yang artinya adalah bahwa keseluruhan itu tidak sekedar penjumlahan dari bagian-bagiannya.[1]

2.      PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM
Sebagai suatu sistem, pendidikan adalah suatu keseluruhan karya insani yang terbentuk dari bagian bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang sehingga mencapai kualitas hidup yang di harapkan. Pendidikan suatu sistem sosial, merupakan sistem terbuka yang dibataskan sebagai sistem yang memperoleh masukan dari lingkungan dan memberikan hasil transformasinya pada lingkungan.
3.      KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PENDIDIKAN
Komponen sistem pendidikan meliputi:
a)      Tujuan dan prioritas yang berfungsi memandu kegiatan-kegiatan sistem pendidikan.
b)      Pelajar atau peserta berfungsi dalam proses perubahan kualitas tingkah laku seperti yang di harapkan oleh sistem pendidikan.
c)      Manajemen yang berfungsi untuk merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan, dan menilai sistem pendidikan.
4.      PENGERTIAN PROSES PENDIDIKAN
Proses pendidikan merupakan proses transformasi atau perubahan kemampuan potensial individu peserta didik menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. Terdapat dua arah dari upaya proses pendidikan yaitu menjaga kelangsungan hidupnya dan menghasilkan sesuatu. Aspek yang lain dari sistem pendidikan adalah keluaran yang disebut hasil pendidikan. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan atau mengacu pada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Hasil pendidikan merupakan hasil indikator efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dalam sisitem pendidikan.[2]

5.      PENDIDIKAN FORAL, NON FORMAL, DAN INFORMAL SEBAGAI SEBUAH SISTEM[3]
Pendidikan persekolahan yang kita kenal dengan pendidikan formal, pendidikan non formal sebagai mitra pendidikan  merupakan sebuah sistem. Pendidikan formal mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan yang telah baku. Selanjutnya, pendidikan non formal menampung dan melayani warga negara yang tidak sempat ikut atau menyelesaikan pendidikan. Pendidikan informal merupakan suatu aset pendidikan yang berada di samping dan di dalam pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal, non formal, dan informal memang dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan. Karena keberhasilan pedidikan dalam pengertian output pendidikan yang berupa sumber daya manusia mutunya tidak dapat dilepaskan dari peran sub-sistem pendidikan.
6.       
Kehidupan
Bagian Kehidupan
Bagian Kehidupan
Bagian Kecil Kehidupan
Bagian Kecil Kehidupan
Bagian Kecil Kehidupan
Bagian Kecil Kehidupan
Komponen Bagian Kecil Kehidupan
Komponen Bagian Kecil Kehidupan
 










           
          
  Sistem yang merupakan kesatuan yang lengkap dan bulat dengan komponen-komponen di dalamnya yang saling terkait secara dinamis, sinergis, dan harmonis tersebut selalu berupaya menemukan kestabilan (immobility). Sistem selalu memilih gerakan-gerakan paling minimal, paling kurang beresiko, dan paling aman agar kemapanan sistem tetap terpelihara. Sistem baru terpaksa bergerak cepat bila ia terganggu atau diganggu dan menimbulkan frustasi atau sakit luar biasa pada sang sistem. Akan tetapi gerak cepat yang dilakukan tersebut tetap saja demi menciptakan kestabilan (immobility). Oleh karena itu, gerak sistem pada umumnya dikesankan bersifat lambat ketika menghadapi perubahan-perubahan baik internal maupun eksternal. Hanya sistem yang mampu melakukan gerakan adaptif terhadap perubahan-perubahan tersebut itulah yang paling tetap bisa menjaga eksistensinya secara berkelanjutan.
            Sistem perlu melakukan tindakan adaptasi agar tetap bisa berkelanjutan eksistensinya. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Mochtar Buchori (Dirto Hadisusanto, Suryati Sisharto, dan Dwi Siswo, 1995) bahwa suatu sistem perlu dilengkapi dengan tiga buah kemampuan, yakni sebagai berikut:
1.      Mengetahui pola-pola perubahan yang ada.
2.      Menyusun gambar tentang dampak yang ditimbulkan akibat dari perubahan-perubahan yang akan terjadi.
3.      Menyusun program penyasuaian terhadap pola perubahan dan dampak yang akan terjadi.
            Menurut ahli Manajemen kabangsaan Jerman yang bernama Klau Nowak, teori tentang sistem memiliki tiga generasi dalam perkembangannya. Generasi pertama, sistem dipahami sebagai sekedar keseluruhan dan bagian (the whole and part). Teori ini merupakan teori sistem yang paling tua. Pada waktu itu, teori ini cukup membantu dalam memahami kajadian-kajadian yang ada di alam semesta dan juga organisasi.
            Generasi kedua, sistem dipahami sekedar kaitan antara sistem itu sendiri dengan lingkungan (system and enviroment). Pada era ini, lingkungan dipahami dapat mempengaruhi sistem.  Perubahan yang terjadi pada lingkungan pada akhirnya juga mendorong perubahan pada sistem. Hal ini berbeda dengan pada era generasi pertama yang hanya menfokuskan kondisi internal sistem. [4]
Oleh karenanya, pada generasi kedua ini muncul istilah inside system dan outside system atau sistem dalam dan sistem luar yang keduanya terdapat semacam invisible border. Pada era ini muncul istilah input, process, dan output. Masing-masing bisa mengalami aneka problem, yakni input problems, process problems, dan juga output problems. Problem input terjadi karena sistem harus bekerja keras menyaring banyak informasi dari luar. Ini yang kemudian melahirkan apa yang disebut complexity. Problem proses terjadi kerena kompleksnya faktor yang terlibat dalam diproses dan banyaknya alternatif efisiensi proses. Program output terjadi  karena sulitnya melakukan pengambilan keputusan dalam hal antisipasi peluang dan kebutuhan. Salah satu uangkapan untuk menggambarkan situasi ini adalah “more options to reactions and to apply”. Inilah yang kemudian melahirkan apa yang disebut contingency.[5]
            Generasi ketiga, sistem dipahami sebagai idetity and diference. Teori ini menyatakan bahwa sisten itu tidaklah pasif melainkan pro aktif pada lingkungan. Sistem berusaha mengembangkan suatu identity tertentu yang membedakannya dengan sistem yang lain. Sistem harus tahu dirinya mengapa dirinya ada, bagaimana seharusnya ia ada, dan sebagainya sebagai upaya pengembangan identitas diri suatu sistem. Secara umum menurut Klaus Noak ada tiga macam tipe sistem yang ada di dunia ini yaitu Pertama, biological sistem syskm fungsinya untuk mempertahankan kelangsungan hidup supaya tetap sufifal. Kedua, psyhological system, fungsinya mencari dan menemukan makna keberadaan sistem dalam arti mencari dan menemukan mengapa sistem ini ada. Ketiga, social sistem fungsinya meneguhkan makna akan keberadaan sistem misalnya mengembangkan visi, misi, tujuan dari sistem.
            Ada empat kategori dalam cangkupan unik kehidupan sistemik yaitu kategori kehidupan, kategori bagian-bagian kehidupan, kategori bagian kecil kehidupan, dan kategori komponen kecil kehidupan. Sifat sistem adalah selalu berupaya menemukan stabilan, selalu memilih gerakan-gerakan paling minimal atau paling sedikit resiko agar kemampuannya tetep terpelihara. Suatu sistem perlu dilengkapi dengan tiga buah kemampuan yaitu mengetahui pola-pola perubahan, menyusun gambar tentang dampak yang ditimbulkan akibat dari perubahan yang akan terjadi dan penyusun program penyesuaian terhadap pola perubahan dan dampak yang akan terjadi. Setiap sistem memiliki cara kerja yang bersifat tetap yaitu standar proses dan standar tindakan dari masing-masing komponen yang selalu berhubungan satu sama lain.
            Dalam pernyataan dewasa ini pendidikan sebagai suatu sistem menghadapi banyak tantangan akibat adanya perubahan sosial budaya yang dipicu oleh kemajuan teknologi. Setiap bangsa yang ingin mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya.[6]


                                                                BAB III
                                                            PENUTUPAN

Sistem adalah suatu kelompok unsur yang saling berinteraksi, saling terkait atau ketergantungan satu sama lain yang membentuk satu keseluruhan yang kompleks (A group of interacting, interreladed or interdependent elements forming a complex whole).
            Sebagai suatu sistem,pendidikan adalah suatu keseluruhan karya insani yang terbentuk dari bagian bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang sehingga mencapai kualitas hidup yang di harapkan.
Komponen sistem pendidikan meliputi:
-          Tujuan dan prioritas yang berfungsi memandu kegiatan-kegiatan sistem pendidikan.
-          Pelajar atau peserta berfungsi dalam proses perubahan kualitas tingkah laku seperti yang di harapkan oleh sistem pendidikan.
-          Manajemen yang berfungsi untuk merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan, dan menilai sistem pendidikan.

           










                                                DAFTAR PUSTAKA


Uno Hamzah, Lamatenggono Nina.. 2013. Landasan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi
Aksara.



[1] Hamzah B Uno, Nina Lamatenggono, Landasan Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), Hlm. 75
[2] Hamzah B Uno, Nina Lamatenggono, Landasan Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), Hlm.36-37
[3] Hamzah B Uno, Nina Lamatenggono, Landasan Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), Hlm.78
[4] Hamzah B Uno, Nina Lamatenggono, Landasan Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), Hlm.79

[5] Hamzah B Uno, Nina Lamatenggono, Landasan Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara,2013), Hlm.80
[6] Hamzah B Uno, Nina Lamatenggono, Landasan Pendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), Hlm.82

Tidak ada komentar:

Posting Komentar